Minggu, 12 April 2015

Short Story English

 
MY TOWN

                Blacksands is a large seaside town. Half of the town lies to the north of the river black and the other half lies to the south. It is a few kilometres  to the nearest highway and just ten minutes’ drive from the city of Harstone.

                Situated near the beach a lots of brightly painted hotels; some of them are very old. Many big name department stores, as well as smaller shops that sell souvenirs and gifts, are found on the main street just outside the town centre. The heart of town is occupied by older houses and many historical buildings. In recent years, some new housing estates heve been developed to the south of the town.

                There are lots of to do at Blacksands. There is a harbour with boat of fishing and cruises. There are two beachs which are popular for various water events and whole year round swimming. A cinema, a swimming pool, a bowling alley as well as a fairground are located whitin the town. Two parks and several playgrounds are also easily accessible from the town centre and outlying housing estetes.



KOTAKU

Blacksands adalah sebuah kota yang luas di tepi laut. Setengah dari kota tersebut berada ke utara dari sungai hitam dan setengah yang lainnya berada ke selatan. Blacksands hanya beberapa kilometer untuk dekat ke jalan raya dan hanya sepuluh menit perjalanan dari kota Harstone.

Terletak di dekat pantai dan banyak hotel – hotel bercat terang ; beberapa dari mereka sangat tua. Banyak nama toko perbelanjaan yang terkenal, serta toko – toko lebih kecil yang menjual oleh oleh dan hadiah-hadiah, banyak ditemukan di jalan utama sebelah luar pusat kota. Jantung kota  ditempati oleh rumah-rumah yang lebih tua dan banyak gedung-gedung bersejarah. Baru tahun ini, beberapa perumahan yang telah dikembangkan ke utara kota .

Ada banyak yang bisa dilakukan di blacksands. Ada sebuah pelabuhan dengan perahu memancing dan pelayaran. Ada dua pantai yang terkenal untuk macam macam perlombaan air dan  sepanjang tahun perlombaan berenang. Sebuah bioskop, sebuah kolam renang, sebuah lorong bowling serta sebuah pekan raya yang ditempatkan di dalam kota. Ada dua taman dan beberapa tempat bermain juga dengan mudah  dapat didatangi dari pusat kota dan perumahan yang terpencil jauh.





Short Story for Kids

Mouse Deer And Crocodile

One upon a time, there was a mouse deer living in a forest. Although he was small, he wasn’t afraid of the other bigger animals who wanted to eat him. He was so smart; he always managed to ditch them. One day, a tiger was wandering around for food. He hadn’t been eating for days. He was really hungry. While he was walking in the forest, he saw Mouse Deer. The tiger wanted to eat him.

Tiger slowly ducked, crawled, approaching Mouse Deer, then…”Gotcha!” said Tiger. He caught Mouse Deer. “Hello, Mouse Deer! I’m really hungry right now. You’ll be my lunch!” said Tiger. Mouse Deer didn’t want to be his lunch. He tried to be calm. He looked around and saw some buffalo’s dung. He had an idea. “I’m sorry, Tiger. I can’t be your lunch now. The King has ordered me to guard his cake,” said Mouse Deer calmly. “His cake?” said Tiger curiously. “Yes, there it is. It’s very delicious. The King doesn’t want anyone to eat it, so he ordered me to guard it,” Mouse Deer pointed the buffalo’s dung. “Can I taste it?” Tiger asked. “Of course you can’t. The King would be very angry,” said Mouse Deer. “Just one little bite, Mouse Deer! The King will never know,” said Tiger. “Well, Tiger. But first let me run far away, so the King won’t blame me,” said Mouse Deer. “All right, Mouse deer. You can go now.” Mouse Deer ran quickly out of sight. Tiger then took a big mouthful of the ‘cake’. “Phoooey!” He spit it out. “Yuck, that’s not cake. That’s buffalo’s dung.”

Tiger ran through the forest. He caught up with Mouse Deer. “Mouse Deer, you tricked me. But now you will be my lunch.” Mouse Deer looked around and saw a wasp nest in a tree. “I’m sorry, Tiger. I can’t be your lunch now. The King has ordered me to guard his drum,” said Mouse Deer calmly. “His drum?” said Tiger curiously. “Yes, there it is. It has the best sound in the world. The King doesn’t want anyone to hit it,” Mouse Deer pointed the wasp nest. “Can I hit the King’s drum?” Tiger asked. “Of course you can’t. The King would be very angry,” said Mouse Deer. “Just one little hit, Mouse Deer! The King will never know,” said Tiger. ”All right, Tiger. But first let me run far away, so the King won’t blame me,” said Mouse Deer. “All right, Mouse Deer. You can go now.” Mouse Deer ran quickly out of sight. Tiger then reached up and hit the wasp nest. Bzzzzzzz…! “Ouch…ouch! That’s not a drum. That a wasp nests!”

Tiger ran away. But the wasps keep following him. He came to the river. He jumped in and stayed underwater as long as he could. At last the wasps went away. Then he jumped out. He ran through the forest till he found Mouse Deer. “Mouse Deer, you tricked me again. But now you will be my lunch.” Mouse Deer looked around and saw a cobra. The snake was coiled asleep on the ground. “I’m sorry, Tiger. I can’t be your lunch now. The King has ordered me to guard his belt,” said Mouse Deer calmly. “His belt?” said Tiger curiously. “Yes. There it is. It’s the best belt in the world. The King doesn’t want anyone to wear it,” Mouse Deer pointed the cobra. “Can I wear it?” Tiger asked. “Of course you can’t. The King would be very angry,” said Mouse Deer. “Just for one moment, Mouse Deer! The King will never know,” said Tiger. ”All right, Tiger. But first let me run far away, so the King won’t blame me,” said Mouse Deer. “All right, Mouse Deer. You can go now.” Mouse Deer ran quickly out of sight. Tiger then took the snake and started to warp it around himself. The cobra woke up. It squeezed Tiger and bite him. SSssssstt! “Oouch! Ow! Ooow! That’s not a belt! That’s a cobra! Help! Mouse Deer! Help!” But Mouse Deer was already far away. He laughed aloudly. Mouse Deer was safe from Tiger now.***



Translatation

Kancil Dan Buaya

Pada suatu zaman, ada seekor kancil tinggal di sebuah hutan. Walaupun ia kecil, ia tidak takut dari binatang-binatang lain yang lebih besar yang memburu untuk memakannya. Ia begitu cerdas ; ia selalu mengatur untuk melenyapkan mereka. Suatu hari, seekor macan sedang berkeliling disekitarnya untuk makanan. Dia tidak makan selama berhari-hari. Dia benar benar lapar. Saat dia berjalan didalam hutan, dia melihat kancil. Macan itu memburu untuk memakannya.

Sang macan dengan santai menunduk, merayap, mendekati kancil. Lalu .... “gotcha” kata macan. Dia menangkap kancil . “ hallo, kancil ! saya benar benar lapar sekarang. Kamu akan menjadi makan siangku. Kata macan, kancil tidak mau menjadi makan siangnya. Ia mencoba untuk tenang. Ia memandang sekeliling dan melihat kotoran kerbau. Ia memiliki sebuah ide. “ maafkan saya, macan. Saya tidak bisa menjadi makan siangmu sekarang. Raja telah memerintahkan saya untuk menjaga kuenya,” Kata kancil dengan tenang. “kuenya” kata macan dengan heran. “ yaa, ada kue. Kue yang sangat lezat. Raja tidak mau siapapun memakannya, jadi beliau mengirim saya untuk menjaganya,” Kancil menunjuk kotoran kerbau. “ bisakah saya merasakannya?” macan bertanya. “ tentu saja kamu tidak bisa. Raja akan sangat marah,” kata kancil. “ hanya satu gigitan kecil, kancil ! raja tidak akan pernah tahu,” kata macan. “ baik, macan. Tapi yang pertama biarkan saya berlari jauh, jadi raja tidak akan menyalahkan saya,” kata kancil. Baiklah, kancil. Kamu bisa pergi sekarang. Kancil lari dengan cepat lepas dari pandangan. Macan lalu mengambil sesuap besar dari kue itu. “ phoooey!”. Dia meludahinya. “yuach, itu bukan kue. Itu adalah kotoran kerbau.

Macan berlari melewati hutan. Dia menyusul ketinggalannya pada kancil. “kancil, kamu menipu saya. Tapi sekarang kamu akan menjadi makan siangku.” Kancil memandang sekeliling dan ia melihat sebuah sarang lebah di pohon.”maafkan saya, macan. Saya tidak bisa menjadi makan siangmu sekarang. Raja telah mengirim saya untuk menjaga gendangnya.” Kata kancil dengan tenang.”gendangnya” kata macan dengan heran. “yaa, ada gendang, gendang yang mempunyai suara terbaik didunia. Raja tidak mau siapapun memukulnya.” Kancil menunjuk sarang lebah. “bisakah saya memukul gendang raja?” kata macan. Tentu saja kamu tidak bisa. Raja akan sangat marah,” kata kancil. “hanya satu pukulan kecil, kancil ! raja tidak akan pernah tahu.” Kata macan. Baiklah, macan. Tapi yang pertama biarkan saya berlari jauh, jadi raja tidak akan menyalahkan saya.” Kata kancil. Baiklah kancil. Kamu bisa pergi sekarang.” Kancil berlari dengan cepat keluar dari pandangan. Macan lalu menggapai dan memukul sarang lebah. Bzzzzzzz...! “ouch....ouch ! itu bukan gendang. Itu sebuah sarang lebah.

Macan berlari jauh. Tetapi lebah lebah itu mengikutinya. Dia tiba ke sungai. Dia melompat kedalam dan tetap didalam air selama dia bisa. Akhirnya lebah lebah itu pergi jauh. Lalu dia melompat keluar. Dia berlari melewati hutan sampai menemukan kancil. “kancil, kamu menipu saya lagi. Tapi sekarang kamu akan menjadi makan siangku. “kancil memandang sekitar dan melihat seekor kobra. Ular itu tertidur bergulung diatas tanah. “maafkan saya, macan. Saya tidak bisa menjadi makan siangmu sekarang. Raja telah mengirim saya untuk menjaga ikat pinggangnya. “kata kancil dengan tenang. “ikat pinggangnya?” kata macan dengan heran. “yaa, ada ikat pinggang, itu adalah ikat pinggang yang terbaik di dunia. Raja tidak mau siapa pun memakainya.” Kancil menunjuk kobra itu. “bisakah saya menggunakannya?”. Kata macan. Tentu saja kamu tidak bisa. Raja akan sangat marah.” Kata kancil. “hanya sebentar, kancil. Raja tidak akan pernah tahu”. Kata macan. “Baiklah, macan.Tapi yang pertama biarkan saya berlari jauh. Jadi raja tidak akan menyalahkan saya.” Kata kancil. “baiklah, kancil. Kamu bisa pergi sekarang.” Kancil berlari dengan cepat lepas dari pandangan. Macan lalu mengambil ular itu dan dan mulai untuk meliliti sekeliling dirinya. Kobra terbangun. Ular itu meremas macan dan menggigitnya. Sssssstt ! “ oouch  ow ! ooow !. itu bukan sebuah ikat pinggang ! itu adalah seekor kobra. Tolong ! kancil ! tolong. Tetapi kancil sudah jauh. Ia tertawa dengan kencang. Sekarang kancil aman dari macan.